Ust Abu Dicekal, Masjid Sidotopo Disegel, Sholat Dihentikan!
Ust Abu Dicekal, Masjid Sidotopo Disegel, Sholat Dihentikan!
Jakarta (arrahmah.com) – Ironis! Peristiwa ini terjadi di sebuah
negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia. Sebuah
masjid, bernama Masjid Al Ihsan, berlokasi di Sidotopo Surabaya,
disegel dan jama'ahnya dilarang untuk melakukan sholat lima waktu
berjama'ah dan melakukan aktivitas ibadah lainnya. Penyegelan dan
pelarangan ini dilakukan oleh massa tak dikenal beserta warga sekitar
yang terpovokasi, dan beberapa orang yang diduga adalah oknum anggota
kepolisian.
Ironisnya lagi, masa tak dikenal kembali menyatroni masjid dan
meneriakkan kata-kata kotor : "kafir..kafir..!", "Tempat mesum!",
"Teroris…!". Apa apa dengan Masjid Al Ihsan di Sidotopo ini ? Betulkah
ini cara-cara lama yang kembali dimainkan oknum-oknum anti syariat
Islam ?
Kajian Tauhid Menjadi Penyebab ?
Berdasarkan kronologis peristiwa yang diterima redaksi Arrahmah.com
via takmir Masjid Al Ihsan Sidotopo, awal kejadian adalah hari Jum'at,
19 Juni 2009. Waktunya Lebih kurang pukul 22.30 sampai dengan 24.30
terjadi penyerbuan dan sweeping ke dalam masjid Al Ihsan Sidotopo yang
dilakukan oleh massa tak dikenal berserta warga sekitar masjid yang
terprovokasi dan beberapa orang yang diduga adalah oknum anggota
kepolisian. Did alam masjid pada saat itu ada tiga orang yang memang
tinggal di masjid sebagai pengurus yang bertugas dalam kebersihan dan
perawatan masjid. Massa menanyakan Ijin dan kepemilikan masjid, serta
keberadaan penghuni masjid.
Kejadian berlanjut pada Pukul 22.30. Salah satu pengurus masjid Al
Ihsan mendengar suara massa memasuki masjid dan suara massa mendobrak
pintu/pagar masjid, diantara massa ada yang berteriak "keluar…!".
Melihat massa sudah memasuki masjid bagian bawah, ia membangunkan
penghuni lainnya. Namun belum sampai keluar pintu kamar ternyata
massa sudah naik dan masuk ke dalam kamar pengurus. Massa mencegat
pengurus keluar kamar sambil salah seorang diantara mereka memotret
wajah-wajah para pengurus, bukan itu saja salah seorang yang mengaku
sekretaris RW setempat memaksa pengurus menunjukkan kartu identitas
dengan nada yang tinggi dan kasar. Akhirnya ketiga orang pengurus yang
tinggal di masjid memberikan KTP kepada orang yang mengaku sekretaris
RW tersebut. Kesaksian pengurus masjid sebagian besar massa bukan dari
warga sekitar dan tidak pernah mereka lihat sebelumnya di sekitar
masjid.
Kejadian belum berakhir. Pada Pukul 22.55 Massa meminta kepada salah
satu pengurus untuk memanggil Pak Umar selaku ketua Ta'mir Masjid
dengan tetap menahan kartu identitas . Tidak lama kemudian Pak Umar
datang menemui massa didalam masjid, Pak Umar meminta massa untuk
membubarkan diri dan membicarakannya baik-baik tetapi permintaan
tersebut tidak digubris oleh massa. Massa di luar masjid terus menerus
melakukan provokasi dengan teriakan dan ejekan. Diantara kata-kata
provokasi yang didengar oleh penghuni masjid adalah "rantai saja pak
Umar!", "pak Umar bapak teroris", "bakar pak Umar".
Ketegangan masih berlanjut hingga Pukul 23.30. Salah seorang putera
Pak Umar datang bersama Yulianto (anggota Tim Pembela Muslim
Surabaya). Kedatangan Yulianto atas permintaan putera Pak Umar untuk
menengahi permasalahan yang terjadi. Namun massa mengusirnya dengan
alasan bukan warga RW setempat, saat pengusiran salah seorang
mendorong dan memukul Yulianto hingga menyebabkan luka di bagian
hidung. Setelah Yulianto keluar dari masjid, massa juga meminta
orang-orang yang bukan warga RW setempat untuk keluar termasuk para
pengurus. Setelah semuanya keluar dari masjid terjadi dialog antara
Pak Umar dengan massa. Konsentrasi massa di luar masjid semakin besar.
Provokasi terus menerus terjadi di luar masjid.
Hingga pergantian hari, ketegangan belum juga mereda. Jam sudah
menunjukkan Pukul 00.30. Akhirnya, terjadi "kesepakatan" antara Pak
Umar dengan massa untuk mengosongkan masjid. Seseorang yang mengaku
Wakapolres Surabaya Timur menghubungi pak Umar dan meminta agar beliau
hadir pada hari Sabtu jam 10.00 di Polsek Semampir dengan membawa
dokumen seperlunya untuk bertemu dengan perwakilan warga sekitar
masjid yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Keesokan harinya, Sabtu, 20 Juni 2009, peristiwa teror terhadap Masjid
Al Ihsan Sidotopo masih berlanjut. Sekitar jam 12.00 Seorang Jama'ah
masjid menceritakan, meski masjid sudah dikosongkan penghuninya
aktivitas sholat berjama'ah Subuh dan Dhuhur masih tetap dilaksanakan,
namun sekitar pukul 12.00 mulai berdatangan massa tak dikenal dengan
menggunakan motor. Ketika jama'ah tersebut keluar dari masjid massa
yang datang dengan motor meneriakinya dengan kata-kata
"kafir..kafir..!", "Tempat mesum!", "Teroris…!".
Gerbang Masjid yg Di Segel Thagut!
Beberapa saat kemudian Camat, Ta'mir masjid datang dari Polsek
Semampir dan memberitahu jama'ah bahwa sudah terjadi keputusan yang
ditandatangani Camat dan Ketua Ta'mir masjid yang berisi:
- Kepemilikan Tanah dan Bangunan berdasarkan surat-surat dan dokumen
yang ditunjukkan pihak Ta'mir Masjid Al Ihsan adalah atas nama pak
Umar (selaku ketua Masjid)
- Karena Masjid tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan masjid ditutup
dan tidak boleh melakukan aktifitas termasuk sholat lima waktu sampai
ijin diurus dan dikeluarkan.
Jama'ah sempat mempertanyakan larangan sholat dan beribadah di masjid,
camat menjawab bahwa ini adalah jalan tengah dan Camat bertanggung
sampai ke akhirat dalam urusan ini.
Semua barang-barang dimasjid diminta untuk dikeluarkan dan masjid
disegel dengan cara digembok oleh Camat dan kemudian kunci gembok
dibawa oleh Camat. Terhitung sejak sholat Ashar Jama'ah tidak lagi
bisa melaksanakan ibadah sholat dan ibadah lainnya di masjid Al Ihsan
Sidotopo.
Kajian rutin yang membahas tauhid yang biasa diisi oleh Ustadz Abu
Bakar Baasyir pada malam ahad pun batal dilaksanakan. Masjid Al Ihsan
di Sidotopo ini memang kerap dikenal intens dalam mengadakan
kajian-kajian keIslaman, terutama membahas masalah tauhid. Namun,
apakah hanya karena kajian tauhid yang dilaksanakan rutin hingga
masjid ini harus disegel dan seluruh aktivitasnya dihentikan ?
Bagaimana Kelanjutan Masjid Al Ihsan ?
Menurut keterangan dari sumber Arrahmah.com, hingga hari ini Masjid Al
Ihsan di Sidotopo, Surabaya masih disegel dan semua kegiatan masjid
termasuk sholat 5 waktu tidak boleh dilaksanakan di masjid tersebut.
Kesepakatan yang dibuat antara ketua takmir, Ust. Umar Ibrahim, dengan
Camat setempat, jika surat ijin pembangunan masjid sudah jadi, maka
kegiatan masjid bisa berlangsung normal kembali.
Besok Hari Selasa tgl 23 Juni 2009, surat ijin bangunan jadi, dan
rencananya pihak aparat akan membuka kembali aktivitas masjid seperti
biasa. Namun, tidak tertutup kemungkinan oknum-oknum anti syariat akan
tetap memprovokasi dan membuat berbagai alasan untuk tetap menutup
masjid tersebut. Kita tunggu saja, bagaimana kelanjutan Masjid Al
Ihsan. Wallahu'alam bis showab!
(M Fachry/POJ/Arrahmah.com)
Recent Comments