Archive

Archive for September 26, 2010

"Biadab, Saat Orang Shalat Dihabisi"

September 26, 2010 Leave a comment

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2010/09/25/72994/

MEDAN — Tindakan yang dilakukan Densus 88 terhadap Khairul Ghozali
bersama 4 orang jemaahnya saat shalat maghrib di Jalan Besar
Medan-Tanjung Balai Asahan, dinilai sebagai tindakan yang biadab tidak
berperikemanusiaan.

Pernyataan tersebut ditegaskan Adil Akhyar Al Medani, didampingi putri
kandung ustadz Ghozali, Rabbaniyah (17) kepada Sumut Pos (grup JPNN)
Jumat (24/9) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Jalan Hindu Medan.

”Biadab. Saat orang shalat dihabisi, seolah-olah negera ini bukan
Negara hukum.Dalam penyerangan biadab itu, dua orang jemaah itu tewas
di tempat akibat ditembaki Densus 88, sedangkan seorang lagi dapat
melarikan diri. Sementara itu abang saya, ustadz Ghozali itu terus
dianiaya diinjak-injak densus, namun abang saya itu tetap terus
sholatnya,” tegas pemilik Pondok Pesantren Dkwah Daarul Syifaa.

Atas penyerangan yang tidak berprikemanusiaan itu, sambung Akhyar,
diharapkan agar presiden segera meninjau dan membubarkan Densus 88
karena telah melanggar dan bertindak diluar hukum.

”Saya minta agar presiden SBY agar memperhatikan konfrensi pers
ini.Jangan presiden hanya mendengarkan laporan sepihak dari Kapolri
BHD.Kami juga meminta pada komisi III DPR-RI, untuk segera mngusut
tuntsa kasus ini, dan segera meninjau kembali densus 88, karena sudah
tidak berprikemanusiaan,” tegas Akhyar. Akhyar sendiri sudah
mengetahui keberadaan abang kandungnya tersebut, ustadz Ghozali yang
saat ini info yang dia terima berada di Mebes Polri.Sementara itu
langkah hukum yang akan ditempuh keluarga besar Ghozali yakni sudah
melamporkan kasus ini ke Amnesty Internasional.

”Saat ini kami sudah memberikan keterangan pada Amnesty
Internasional, laporan tersebut sudah diterjemahkan kedalam bahasa
Inggris, nah untuk keponakan saya yang masih berumur beberapa bulan
yang ditahan Polres Tanjung Balai, bersama ibunya Kartini Panggabean,
kami juga sudah melaporkan ke Komisi Perli Anak Indonesia,” beber
pria berjubah putih ini.

Akhyar juga menceritakan selamatnya Kartini Panggabean istri dari
ustadz Ghozali, karena Cici (Kartini Panggabean red) berada di ruangan
lain. ”Namun usai penyerangan tersebut tidak berapa lama datang
Polres Tanjung Balai, ke kediaman abang saya seolah-olah tidak
mengetahui penyerangan tersebut.Saat itulah Kartini Panggabean bersama
anaknya yang masih berumur beberapa bulan diboyong ke Polres, dengan
alasan polisi untuk diminta keterangannya," terangnya.

Sementara itu salah seorang putrid ustadz Ghozali, yakni Rabbaniyah,
pelajar Kelas 2 SMA Kelas Muhammdiyah 18 Kampung Lalang yang turut
mendampingi pamannya Adil Akhyar Al Medani, di LBH Medan Jalan Hindu
Medan, berharap orangnya tuanya tersebut segera pulang kerumah untuk
berkumpul bersama keluarganya.

”Saya berhaharap buya (ayah) pulang secepatnya untuk berkumpul
bersama keluarga lagi.Saya yakin buya tidak bersalah untuk itu saya
hanya hanya bisa menyerahkan dan berdoa pada Allah SWT,” beber gadis
manis berkerudung hijau ini. Walaupun, ayahnya dicap teroris oleh
Densus 88, namun Rabbaniyah tetap percaya pada orang tuanya dan tetap
bersemangat untuk bersekolah.

”Saya berharap kasus penganiayaan buya saya dilakukan Densus 88, saat
menjalankan ibadah shalat maghrib, dapat menjadi perhatian serius dari
bapak Presiden SBY, agar polisi-polisi itu segera ditindak tegas
sesuai hukum yang berlaku,”tegas Rabbaniyah.(rud)

Categories: Uncategorized

Pemilihnya Disebut ‘Orang Gila’, Geert Wilders Marah terhadap Duta Besar Indonesia

September 26, 2010 Leave a comment

http://id.news.yahoo.com/tmpo/20100923/twl-pemilihnya-disebut-orang-gila-geert-e1a1e04.html

TEMPO Interaktif, Amsterdam – Pemimpin Partai untuk Kebebasan Belanda (PVV) yang anti-Islam, Geert Wilders, mendesak Menteri Luar Negeri Belanda memanggil Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Yunus Effendi Habibie. Wilders marah terhadap Yunus karena dalam sebuah wawancara di koran Belanda, Yunus mengatakan para pemilih PVV kemungkinan ‘orang gila’.

Menurut Wilders, istilah yang digunakan Yunus untuk menggambarkan para pemilih PVV tidak layak dilontarkan.

Yunus dalam wawancara dengan Financieele Dagblad, Kamis (23/9), mengatakan rencana kunjungan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ke Belanda pada Oktober ini ‘mungkin terancam batal’ jika PVV menjadi bagian dari pemerintah baru.

»Tentu Presiden tidak akan datang ke sini jika ada seseorang di dalam cabinet yang menyatakan Islam terbelakang. Saya tidak mau Presiden saya terlihat seperti badut,” ujar Yunus dalam Financieele Dagblad.

Yunus juga mengatakan hubungan antara Belanda dengan Indonesia bakal terganggu jika Wilders bergabung dengan pemerintahan baru. Dalam koran itu disebutkan pula Yunus menganggap orang-orang yang memilih Wilders ‘kemungkinan orang gila’.

Menteri Luar Negeri Belanda Maxime Verhagen mengatakan kepada Nos tv bahwa pernyataan Yunus mengenai pendukung PVV adalah sesuatu yang ‘kurang bijak’. »Saya rasa ia kurang bijak ketika menggambarkan para pemilih PVV,” ujar Verhagen. »Seorang duta besar seharusnya tidak mengomentari mengenai pemilihan umum.”

Verhagen mengatakan dia berencana menghubungi Yunus.

Yunus sendiri mengatakan kepada Radio Netherlands Worldwide bahwa pernyataannya salah dikutip. Yunus sekaligus memastikan Yudhoyono bakal menepati janjinya untuk mengunjungi Belanda. Namun, Yunus mengaku jika Wilders ada dalam pemerintahan, kunjungan kenegaraan Yudhoyono bakal sedikit kurang menyenangkan.

Yunus juga mengatakan kepada pejabat senior Kementerian Luar Negeri Belanda bahwa seharusnya memang dia tidak berbicara mengenai pemilih di Belanda seperti komentar yang dia utarakan.

RADIO NETHERLANDS WORLDWIDE| DUTCHNEWS.NL| KODRAT SETIAWAN

Regards
F a i z a l
Categories: Uncategorized

Einstein Ternyata Penganut Syiah!

September 26, 2010 Leave a comment

Sumber : http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=25605:einstein-ternyata-penganut-syiah-&catid=17:berita3&Itemid=18

Ketika media-media zionis berusaha mencegah peningkatan jumlah pemeluk
baru Islam di kalangan masyarakat Barat dan berusaha mencoreng citra
agama cinta damai dan keadilan ini, terungkap sebuah surat rahasia
Albert Einstein, ilmuan Jerman penemu teori relatifitas yang
menunjukkan bahwa dirinya adalah penganut Islam Syiah Imamiyah.

Berdasarkan laporan situs Mouood.org, Einstein pada tahun 1954 dalam
suratnya kepada Ayatollah Al-Udzma Sayid Hossein Boroujerdi, marji
besar Syiah kala itu, menyatakan, "Setelah 40 kali menjalin kontak
surat-menyurat dengan Anda (Ayatollah Boroujerdi), kini saya menerima
agama Islam dan mazhab Syiah 12 Imam".

Einstein dalam suratnya itu menjelaskan bahwa Islam lebih utama
ketimbang seluruh agama-agama lain dan menyebutnya sebagai agama yang
paling sempurna dan rasional. Ditegaskannya, "Jika seluruh dunia
berusaha membuat saya kecewa terhadap keyakinan suci ini, niscaya
mereka tidak akan mampu melakukannya walau hanya dengan membersitkan
setitik keraguan kepada saya".

Einstein dalam makalah terakhirnya bertajuk Die Erklarung (Deklarasi)
yang ditulis pada tahun 1954 di Amerika Serikat dalam bahasa Jerman
menelaah teori relatifitas lewat ayat-ayat Al-Quran dan ucapan Imam
Ali bin Abi Thalib as dalam kitab Nahjul Balaghah.

Dalam makalahnya itu, Einstein menyebut penjelasan Imam Ali as tentang
perjalanan miraj jasmani Rasulullah ke langit dan alam malakut yang
hanya dilakukan dalam beberapa detik sebagai penjelasan Imam Ali as
yang paling bernilai.

Categories: Uncategorized
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.